Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan
organ pankreas memproduksi hormon insulin untuk menguraikan glukosa
dalam tubuh. Ketidakmampuan tersebut terutama karena konsumsi glukosa
yang berlebihan sehingga glukosa menumpuk dalam darah dan tubuh
kekurangan insulin untuk menguraikannya.
Penyebab diabetes
Penyebab diabetes melitus
yang utama adalah gaya hidup dan pola makan yang salah. Yaitu gaya
hidup dengan pola makan yang banyak namun tidak seimbang, sedikit
aktifitas, jarang berolahraga dan lain-lain. Dengan terganggunya sistem
produksi hormon insulin pada organ pangkreas, seluruh makanan dan
minuman yang masuk ke dalam tubuh, tidak bisa dikendalikan dan akhirnya
terjadi penumpukan gula atau glukosa dalam darah.
Gejala diabetes
Dibawah ini adalah beberapa gejala penyakit diabetes yang harus diwaspadai :
- Penderita ingin buang air kecil terus-menerus. Biasanya dengan jumlah urin yang lebih banyak daripada orang normal.
- Penderita cepat merasa lelah dan biasanya tidak mampu melakukan pekerjaan berat.
- Badan lemah, lesu, serta tidak bersemangat, selalu merasa mengantuk dan ingin tidur.
- Penderita kencing manis berat badannya turun drastis tanpa alasan yang jelas, padahal penderita tidak sedang berdiet.
- Nafsu makan yang meningkat. Penderita gula darah mudah merasa lapar kapan saja.
- Selalu merasa haus dan ingin minum air terus, seperti terkena dehidrasi.
- Nyeri kesemutan pada tangan dan kakinya.
- Penglihatan terganggu dan mulai rabun.
- Permukaan kulit mudah terkena infeksi.
- Ketika penderita diabetes mengalami luka di permukaan kulitnya, biasanya luka tersebut sangat sukar untuk disembuhkan.
- Gatal-gatal pada permukaan kulit.
- Gejala diabetes terakhir adalah terjadinya pembengkakan di kaki.
Pencegahan diabetes melitus
Penyakit kencing manis belum
ditemukan apa obat penyembuhnya. Tapi ada sejumlah cara yang cukup
efektif untuk mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat drastis.
Penderita kencing manis dapat mempraktekkannya untuk memantau dan
mengontrol kadar gula secara rutin.
Inti dari terapi penyakit
diabetes adalah mengatur pola hidup dan pola makan secara sehat. Yaitu,
mengatur kembali pola hidup dan pola makan dengan lebih disiplin.
Ada beberapa terapi pola hidup yang bisa dilakukan untuk pencegahan diabetes. Berikut beberapa pola terapi bagi penderita diabetes :
Tidak makan pada malam hari
Pada malam hari, penderita diabetes dianjurkan berpuasa. Karena, makan malam cuma menghasilkan energi yang tidak digunakan untuk beraktifitas.Tidak makan makanan yang mengandung glukosa
Penderita
penyakit gula darah diperbolehkan makan buah, roti, nasi putih dan
makanan lain. Namun harus dikurangi kadar jumlahnya. Saat ini dipasaran
telah tersedia berbagai makanan alternatif. Pasar yang kreatif
menyediakan berbagai makanan alternatif untuk penderita penyakit gula
darah. Mulai dari gula, minyak, roti, susu, sirup dan sebagainya.
Memperbanyak aktifitas dan olahraga
Olahraga
sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Banyak penyakit akan muncul
jika seseorang malas berolahraga. Olah raga menjaga kebugaran, dan
kecantikan. Orang gemuk lebih rawan terserang penyakit. Kegemukan dapat
diatasi salah satunya dengan rajin berolahraga.
Bagi penderita kencing manis, olah raga dapat membantu pembakaran
dalam tubuh, yang akan mengurangi penumpukan glukosa dalam tubuh.
Turunkan berat badan
Banyak
penderita penyakit gula darah mengalami obesitas atau kelebihan berat
badan. Dalam hal ini, pencegahan diabetes bisa bergantung pada penurunan
berat badan. Setiap kg turunnya berat badan dapat meningkatkan
kesehatan kita. Sebuah penelitian melaporkan bahwa. orang dewasa yang
kegemukan mengurangi risiko diabetes sebesar 16 persen untuk setiap
kilogram berat badan yang hilang. Juga, mereka dapat mengurangi risiko
diabetes hampir 60 persen dalam tiga tahun jika menurunkan berat badan 5
sampai 10 persen berat badan awal serta berolahraga teratur.
Mencegah diabetes dengan pola makan
Agama
mengajarkan pada kita bahwa semua penyakit pasti ada obatnya. Bahwa
penyakit diabetes belum ditemukan obatnya bukan berarti bahwa penyakit
ini tidak bisa dicegah. Kita tetap bisa mencegah penyakit diabetes ini.
Pada dasarnya, menurut para ahli, penderita penyakit diabetes melitus
tetap boleh makan makanan apa pun, namun dengan aturan tertentu. Mencegah diabetes dengan pola makan mengenal aturan 3 J yang perlu diperhatikan yaitu : jadwal, jumlah dan, jenis.
Jadwal.
Masalah utama penderita penyakit diabetes adalah akumulasi glukosa
dalam darah akibat jadwal makan yang kurang tepat. Karenanya, penderita
diabetes dianjurkan mengatur jadwal makan. Yaitu, dibagi menjadi 6 waktu
makan. Tiga untuk makan besar (pagi, siang dan malam hari) dan tiga
waktu makan ringan diantara waktu tersebut.
Jumlah.
Jagalah jumlah makanan atau porsi yang di makan. Makan cukup dengan
porsi kecil tapi rutin. Prinsipnya adalah total kebutuhan kalori untuk
satu waktu makan cukup hingga masuk jadwal makan berikutnya. Contoh satu
porsi kecil sarapan mencukupi kalori hingga jadwal makan ringan
berikutnya misalnya jam 10 pagi.
Jenis.
Berhati-hatilah dalam memilih menu makanan. Beberapa jenis makanan bisa
menaikan kadar gula darah dengan mudah. Misalnya makanan sumber
karbohidrat seperti nasi, mie, roti dan produk olahan gandum lainnya.
Makanlah hanya dalam porsi kecil saja atau bila perlu dihindari. Jenis
makanan yang disarankan adalah makanan yang kaya serat seperti sayuran
dan buah.
Kita sering mendengar ungkapan bahwa kesehatan itu mahal. Namun
banyak diantara kita yang baru menyadarinya saat kita sakit. Penyakit
diabetes melitus, dan komplikasinya, adalah salah satu “penyakit yang
mahal” dan banyak menguras dana penderitanya. Memahami penyebab, gejala
dan pencegahan diabetes melitus akan banyak membantu kita semua
terhindar dari penyakit ini.
Tidak ada kata terlambat.
Bagaimanapun mencegah diabetes lebih utama dibandingkan dengan
mengobati. Untuk itu inilah saat yang tepat untuk selalu menjaga tubuh
kita agar tetap bugar dan sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar